Datang

“Hari ini kamu rencana kemana?” Tanyaku.
“Mau pergi nonton event. Mau ikut?” Jawab Elsa.
“Kamu sama siapa?”
“Aku sendiri. Kalo kamu ikut berarti sama kamu. Hahha”
“Hayuk, hahha.”

Selesai shalat maghrib, aku langsung beberes. Baju yang ingin ku pakai pun beberapa kali berganti. Hingga akhirnya aku memilih untuk menggunakan kaos polo hitam dengan di tambah jaket Canvas Suede Bomber dari Male.id. Lalu aku mengirimkan pesan, “Aku otw ke rumahmu ya sekarang.”

“Okeyy.” Balasnya.

Jalanan malam itu begitu renggang. Kebetulan rumahnya tidak berada di tengah kota Jakarta. Jadi kemacetan pun tak ku temu. Dengan mendengarkan playlist berjudul Badak Salah Gaul yang ku buat di spotify berisi lagu-lagu Indie Pop, aku mengitari kota Jakarta Selatan dengan tenang. Ketika sudah mau sampai di rumah Elsa aku pun menghubungi dia, “Halo, 47 detik lagi aku sampai ya.” Sebenarnya aku ngasal aja menyebut 47 detik. Tapi perkiraanku tidak akan lebih dari itu.

Tepat di depan rumahnya, terdengar bibi yang bekerja di rumah Elsa membuka kunci pagar. Lalu di lanjutkan Elsa yang muncul dari balik badan Bibi. “Ky, pamit sama mama dulu ya?”

“Owhh, boleh.” Jawabku dengan tenang. Padahal aku bingung harus seperti apa nanti.

Aku memasukkan motor ke depan garasi rumah. Mengikuti langkah Elsa masuk kerumah. Saat masuk, terdengar sayup sayup dari dalam sepertinya tidak hanya satu orang. Ah, aku harus terlihat biasa saja.

Ketika sudah masuk di ruang keluarga, ku lihat semua pada ngumpul disana. Mungkin yang terlihat ada 7 orang. Tapi saat itu aku merasa seperti 59 orang disana sedang melihatku. Aku bergumam kaget dalam hati, “Anjir.”

“Assalamualaikum.” Ucapan pertamaku saat bertemu mereka. Ucapan ini selalu ku biasakan ketika bertemu orang yang lebih tua.
Mereka serentak membalas salamku, “Waalaikumsalam.”

Ku lihat ada mama Elsa sedang duduk menghadap laptop diatas meja bundar. Sepertinya hari itu pekerjaan kantor sedang banyak sehingga mama Elsa masih sibuk menyelesaikannya. Semoga pekerjaannya selalu di mudahkan Tuhan, doaku.

“Eh, Kak Rizkyyyy.” Aku kaget mencari sumber suara. Ternyata itu suara Fira, adik Elsa yang sedang makan di meja makan. Lalu menuju kearahku untuk menyalami tanganku. Bahagia bercampur aduk ketika aku disambut baik oleh Fira di depan keluarga Elsa. Aku dan Fira memang pernah bertemu sebelumnya. Kala itu, pernah diajak Elsa untuk ikut nonton bioskop saat bersamaku.

Kulihat mama Elsa tersenyum kaget juga, “Eh, Fira udah kenal yaaa?”
“Iyaaa” Jawab Fira dengan polos lalu menuju tempat makannya lagi.

Aku pun menyalami satu per satu yang ada disana. Yang pertama pastinya mamanya Elsa.”Tante, Rizky.” Sambil memperkenalkan diriku. Lalu menyalami lagi wanita yang ada di sebelah mama Elsa, yang sedang menggendong bayi.

“Ini gak di salamin om nya Elsa, sama nenek Elsa?” Tambah mama Elsa.
“Oh, iya maaf.” Aku kembali menyalami semuanya.
Neneknya tertawa, “Iya, harus kenalan dulu. Kita sebagai juri penilaian. Hahaha”
“Hahahha.” Yang lain juga ikutan tertawa. Aku pun ikut tertawa.

Serius. Pada saat itu aku benar benar bingung harus seperti apa lagi. Pikirku tadi hanya pamit dengan mama Elsa. Ternyata bertemu dengan keluarga lainnya tanpa persiapan apapun. Tau gitu kan aku bawa martabak keju atau sekalian aku bawa keluargaku juga. Jadi keluarga dia dan keluargaku bertemu. Biar adil.

Setelah aku menyalami satu per satu orang disana, aku pun berdiri. Ku lihat Elsa duduk tenang sebelah nenek tanpa mengarahkanku harus seperti apa lagi. Dia menunggu langkahku selanjutnya.

“Tante, boleh izin ajakin Elsa keluar malam ini?” Kataku ke Mama Elsa.
“Mau kemanaa?” Tanya Mama Elsa.
“Mau nonton event, Te.” Jawabku dengan tenang. Senyum tak lepas dari mukaku kala itu. Yakali mukaku nangis.
“Oh, event yang kamu cerita tadi?” Mama Elsa menanyakan kearah Elsa. Di jawab Elsa dengan mengangguk, “Yaudah, hati hati yaa.”
“Iya, tante.” Kataku. Elsa pun bangkit dari kursi dan menuju ke arahku. Lalu berjalan pamit kearah luar.

Saat menuju pintu, aku teringat ada yang terlupa. Aku menghentikan langkah. Elsa terlihat bingung. Lalu aku membalikkan badan lagi, menghadap ke keluarga Elsa. “Assalamualaikuuum.”
Terdengar mereka tertawa lalu serentak membalas salamku, “Waalaikumsalam.”

Pertemuanku dengan Mama Elsa dan keluarganya, adalah pertemuan tak terduga. Pertemuan yang lebih dari sekedar meja bundar. Tak ada yang lebih bahagia ketika adik Fira menyambutku dengan sangat baik. Setidaknya itu membuat kepercayaanku datang saat bertemu keluarganya. Indah sekali rasanya bisa bertemu dengan sosok ibu yang telah melahirkan seseorang seperti Elsa. Melihat senyum Mama Elsa tadi pun membuat ku ingin menjaga anaknya selalu. Setidaknya tugas beliau ku ganti ketika aku bersama Elsa.

Jakarta, 29 September 2019.
Ditulis untuk mencoba mengingat.




Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.