Aku Mencintaimu



Aku mencintai kehadiran ombak
Karena dia selalu menjawab semua kerinduan yang telah membeludak

Aku mencintai pelangi
Karena saat dia pergi, aku yakin dia kembali dengan memberikan keindahan yang alami

Aku mencintai udara gunung
Karena saat ku terjatuh dia mampu membuatku terbang melambung

Aku mencintai alam
Karena dia selalu memberikanku ketenangan di saat aku merasa dunia semakin lama semakin mencekam

Aku mencintai bintang
Karena dia selalu menemani bulan di setiap malam menjelang

Aku mencintai bulan
Karena dia yang selalu menerangiku di kegelapan malam

Dan, kau tahu? Aku mencintaimu
Karena kamu adalah semua wujud yang sedari tadi ku ucapkan

Bandung, 23 Mei 2016, 21:52.

Kisah Tak Berjudul



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yang terhormat kepadamu yang tak pernah aku sentuh.
Yang terhormat juga kepadamu yang selalu kuingat di setiap langkahku.
Dan kembali, yang terhormat kepadamu yang cinta ini tak pernah kau tahu.

Selamat pagi, salam sejahtera untuk kau yang telah berbahagia.
Puja-puji syukur kita panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan hidayat-Nya lah kita bisa bersama, meski tak memiliki rasa yang sama.

Selanjutnya aku ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada kalian yang menyempatkan untuk membaca tulisan ini, dan tak lupa juga aku ucapkan terimakasih kepada dirimu yang telah mengenali ku rasa sakit ini. Ini bukan hanya cuap-cuap atau kata sambutan di sebuah acara. Ini adalah untaian rasa yang tak sempat terucap, yang bagiku hanya bersifat pelipur lara.

Yaa, marilah izinkan aku untuk memulai tulisan ini. Tulisan tentang orang yang sedang jatuh cinta, tulisan tentang keluh kesah, tulisan tentang rasa kecewa, dan tulisan tentang aku yang berada di panggung sandiwara. Berbicara tentang sandiwara, orang yang sedang jatuh cinta mungkin adalah orang yang paling hebat dalam berpura-pura, bukan karena sifat ku yang berbeda-beda, tapi emang keharusanku ketika di depanmu untuk selalu memberikan muka bahagia. Membuatmu tertawa adalah tugasku meski beberapa kali itu malah membuatku terluka.

Ntah sejak kapan rasa ini hadir. Tapi ketika awal ku mengenalmu, itu adalah awal aku mengenal kembali kata cinta. Setelah sebelumnya aku terpaku pada satu orang yang sekarang sudah ku sebut sebagai kenangan. Seperti halnya malam yang hadir menggantikan senja, kau datang menggantikan dia. Percayalah, ini bukan sebuah pujian, melainkan sebuah kejujuran.

Setiap orang punya caranya tersendiri dalam mencintai seseorang, ada yang berani untuk bilang, ada yang rela menunggu dia untuk datang, dan ada juga yang menyembunyikan perasaannya diam-diam. Itu cara mereka masing-masing. Orang bilang diam itu tidak baik, tapi bagiku jatuh cinta diam-diam adalah pilihan terbaik. Biarlah rasa ini tak perlu ku umbar ataupun ku sebar. Sebab, aku yakin orang yang mendengar belum tentu mengerti dengan sadar. Cernalah kata-kata itu.

Satu hal yang agak menyakitkan bagiku, ketika selalu dengan bangga kau menceritakan seseorang yang kau sebut malaikatmu, penjagamu, atau dengan kata lain dia adalah kekasihmu. Ya, hal itu begitu menyakitkan ketika aku mendengarnya. Kau emang segalanya bagiku, namun aku bukanlah siapa-siapa bagimu. Karena dia yang selalu kau banggakan telah memberikan kau kebahagiaan. Aku tak mau terlalu ego untuk memilikimu. Aku tak berharap kau membalas cintaku, yg ku harapkan adalah tetap kau bersamaku, meski tanpa suatu ikatan yang hanya membuat kita akan mengenal arti perpisahan.

Ntah sudah berapa lama kita tidak bertemu, namun itu sengaja ku lakukan untuk terbiasa tanpamu. Untuk terbiasa tanpamu bukan berarti aku bisa melupakanmu. Tidak. Karena yang ku tahu kau tetap segalanya untukku. Aku juga masih terngiang kata-kata yang sering kau ucapkan di akhir percakapan kita. Kau selalu berkata Good Night dan Good Bye. Atau kata yang sering kau ucapkan untuk memberikan aku semangat, Good Luck.
Actually, how can it be ‘good’ without you?


Aku tak akan pernah mengutuk semesta tentang semua yang kurasa atau membunuh orang yang berkata semua yang kurasakan adalah derita. Ini tercipta karena kau adalah bentuk cinta yang nyata, walaupun pada kenyataannya kau ada di mimpi saja. Dan aku percaya bila semua akan indah pada waktunya, tapi aku lebih percaya semua kisah tidak ada yang sempurna.

Ku akhiri tulisan kisah tak berjudul ini dengan meminum sebotol... ah tak perlu ku sebut merk-nya, karena botol inilah yang mengingatkanku padamu. Terpenting botol ini sedari tadi menemaniku menulis kisah ini. 
Akhir kata, aku meminta maaf jika ada kata-kata yang salah hingga cinta yang tak pernah terjamah. 
Sekali lagi selamat untuk kau yang telah berbahagia bersama seseorang disana. Tak perlu kau sibuk untuk mencariku, cukup beri aku kesempatan untuk melupakanmu.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh



Bandung, 7 Mei 2016, 02:00.

Next Time Lah

Gue pengen nulis tentang kehidupan gue yang beberapa bulan belakang sibuk gilaaa. Tapi bagi gue, itu adalah pengalaman gue yang benar-benar berharga. Gue di hadapin dengan tanggung jawab yang besar, di hadapin dengan beberapa halangan, dan sebagainya.
Pengalaman pertama dalam hidup dan gak bakal gue lupain sampe kapanpun.






Itulah beberapa gambar yang mewakili dulu isi cerita ini. Mereka adalah orang hebat yang emang hebat. 
Gue bingung mau nulis apa, ntar weh gue ceritain, next time.

Eh, udah adzan buat sholat jum'at. Gue izin dulu. Bye.