Sajak Terbuka Untuk BEM Tercinta

Malam ini akan menjadi malam panjang yang seharusnya kita di temani sang bintang dan sinarnya rembulan. Namun, bintang dan rembulan malu melihat bahagianya kita. Sehingga ia di gantikan rintikan hujan yang telah mendahului sebelum air mata kita berjatuhan menghadapi perpisahan.
Malam ini adalah malam yang paling indah untuk kita berbincang dan bercerita. Karena setelah ini, kita akan menggendong setumpuk cerita yang takkan habis bila kita ceritakan.

Disini aku bertemu seseorang yang manis yang dimiliki oleh seorang gadis. Aku juga bertemu dengan wanita pemilik senyum manja dan laki laki yang tak kenal arti gila. Bahkan, aku bertemu orang orang yang mampu merangkul untuk bersama.

Aku adalah aku, kalian adalah kalian. Aku dan kalian telah menjadi kita. Dan dari kita, menjelma menjadi cinta.

Pada akhirnya  kita nanti akan bertepuk tangan membanggakan kebersamaaan. Padahal kita tahu, setelah ini kita akan bertemu dengan sebuah perpisahan.

Satu per-satu kita nanti akan berpisah. Entah kita akan kembali bertemu, atau kita telah sibuk menggapai cita cita. Namun, jangan pernah membenci perpisahan, karena dari perpisahan kita akan memiliki kisah yang baru. Dan kita akan belajar berharganya arti dari sebuah pertemuan.

Disini kita diajarkan bahwa dunia ini tidaklah keras. Dunia diciptakan bukan untuk orang-orang yang lemah. Hidup di dunia ini hanya butuh perjuangan. Jika kita tak pernah berjuang, maka kita akan di buang.

Aku kira, disini aku tidak pernah di bicarakan di belakang. Ternyata benar, mereka berbicara tentang aku di sampingku untuk menjelaskan arti sebuah kesalahan dan melangkah bersama menuju kebenaran. Kalian adalah orang yang selalu menegur aku ketika aku melakukan hal yang tidak benar, agar aku tidak merasa orang yang paling benar.

Aku juga disini belajar bahwasanya menyelesaikan masalah tidak harus dengan amarah. Dan mencari solusi tidak harus dengan emosi.

Sungguh orang orang yang merugi adalah orang orang yang tak menghargai pertemuan disini. Dia tak bisa beradaptasi lalu dia memilih untuk melepaskan diri.

Mungkin hanya ini saja yang bisa aku sampaikan, agar kalian tahu isi hati yang paling dalam.

Terimakasih kepada Kemenpora yang telah mengajarkan arti kebersamaan dengan semangat yang terus membara.
Terimakasih juga kepada Kementrian yang tak bisa di sebutkan satu per-satu, yang selalu mengingatkan bahwa kita tetaplah satu.
Dan untuk staff magang, meski hanya sebentar percayalah kalian juga patut untuk kita sayang.
Terakhir, terimakasih kita ucapkan kepada orang yang disebut Semut Kecil dan Kutu Senja, karena dari kalian lah yang membuat keluarga kecil hingga menjadi keluarga yang sangat kita cinta.

Salam hangat,
Seorang yang mencintai keluarga ini.

Keep Positive, Still ARTRACTIVE.



Bandung, 10 Desember 2016
Ditulis di bawah rintikan hujan

-Terimakasih BEM FIK-