Sebuah Cerita Tentang Ospek

Apa itu Ospek?
Ospek adalah ajang dimana kita mencari gebetan baruu. Ciaelaaaaa....

Setelah beberapa hari saya sampai di Bandung dan saya sudah menyiapkan peralatan ospek yang sudah diberitahukan sebelumnya, saya sudah siap untuk menghadapi ospek!

Karena asrama di dekat kampus saya masih ada renovasi, asrama saya di pindahkan ke asrama UPI yang letaknya di arah Lembang. Saya pikir mah masih dekat dengan kampus saya, eh ternyata.....
Jaraknya jauh sekaliii, membutuhkan waktu sejam lebih ke kampus (itu pun kalo gak macet)

Malemnya waktu pertama diasrama saya bertemu dengan teman-teman baru, diantaranya teman sekamar saya namanya kita samarkan menjadi Tejo, dia berasal dari kota Banda Aceh. Sebelumnya om saya bilang kalo orang-orang yang dari kota tersebut mayoritas dominan pelit, tapi disini waktu saya ketemu dia saya bisa menyangkal pendapat tersebut. Karena si Tejo benar-benar baik, ramah, dan murah senyum. Sangking murah senyumnya setiap ketemu saya di kamar ataupun di jalan dia selalu senyum sambil berkata, ‘rizkyyyyy’ kata dia dengan muka datar, mulut melebar, dan hidung mekar-mekar. 
Waktu HP saya rusak aja saya dipinjemin hp sama dia. Begitu baiknya dia.
Tapi kadang risih juga kalo ketemu orang yang terlalu ramah, kayak misalnya waktu dia lagi istirahat di kamar, saya baru pulang dan masuk kamar terus dia nyapa saya dengan senyum dan ketawa kecil, "eh rizky, baru pulang ky? Dari mana aja tadi?"
Jleeeb, saya takut ketika dia lagi nyapa gitu dia bekap  saya dengan selimut dan dia bilang, "Ky, gua suka lu"
Tapi untungnya dia cuma nyapa aja, itu artinya dia cowok normal dan dia emang orang baik gak kayak pendapat orang. Disini saya baru menarik kesimpulan bahwa yang di bilang om saya itu tidak benar dan saya sudah membuktikan itu dengan ketemu si Tejo.

Besok paginya pukul 8 saya harus ada di kampus untuk mengikuti pra ospek. Karena jarak asrama ke kampus jauuuh, jam 6 saya sudah pergi dari asrama menggunakan bus pariwisata yang sudah disediakan oleh pihak kampus. Gak beberapa lama saya sampe di kampus dan masuk ke dalam kelas sesuai nama dan kelompok yang telah di tentukan.
Disana saya berkenalan dengan teman-teman baru yang lebih banyak dari sebelumnya, selain itu saya mengenal kakak-kakak senior yang menjadi mentor dalam kelompok saya yang berjumlah 4. Nama mereka diantaranya yang pertama saya lupaa, yang kedua saya udah lupa, yang ketiga saya juga lupa, dan yang terakhir saya benar-benar lupa. Intinya saya lupa nama mereka.

Kakak-kakak mentor tersebut memberikan pengarahan tentang isi-isi kampus dan lain-lain. Selain itu mereka memberi tau tema ospek buat tahun ini, yaitu namanya ‘GLORY 2013’.

Tujuan dari GLORY adalah mahasiswa baru diharapkan tumbuh menjadi pemimpin yang memberikan keteladanan, kedisplinan, keterbukaan disetiap aktifitaasnya. Serta memiliki kecakapan dan ketelitian di segala bidangnya, sehingga menimbulkan rasa kepedulian, solidaritan yang tinggi, tenggang rasa terhadap sesama jiwa dan semangat muda glory!



Kakak-kakak mentor juga memberi tau kan peraturan ospek diantaranya :
Rambut 1 cm
Dilarang membawa hp, jam, dll
Membawa seluruh peralatan serta perlengkapan ospek
Tidak membawa barang yang tidak diperintahkan, dll

Selain itu mereka juga memberi tau perlengkapan ospek yang harus di bawa, diantaranya topi caping warna biru bertuliskan glory menggunakan tinta mas, tas terbuat dari karung goni, membuat name tag segiempat 20x20 + dibawahnya 5x30 disertakan poto 4x6 , dan lain-laiiiiiinnnnn..

“Oh ya dek, jangan lupa ya kalo ketemu kakak senior katakan punten. Itu yang harus kalian ingat dan wajib kalian lakukan” kata salah satu mentor dari kelompok saya.

Setelah mendengar perlengkapan ospek yang terbaru, para maba (mahasiswa baru) terlihat seperti stress, ada yang memegang kepalanya sambil mulut terbuka serta mata melotot. Mereka hampir mendekati gila.
Yang ada di dalam pikiran mereka mungkin sama yaitu bagaimana mendapatkan barang-barang tersebut dengan waktu yang hanya sedikit?

Yang saya salut adalah setelah memberikan peraturan-peraturan baru tersebut kakak mentor seperti muka tanpa dosa, mereka mengajak kami joget-joget.

Waktu tak terasa begitu cepat berlalu dan sudah menunjukkan jam 3. Kami pun bersiap pulang sedangkan bus kami datang jam setengah 5.

Sambil menunggu kedatangan bus, mata saya tertuju ke depan gerbang kampus yang sedang ramai para-para maba. Saya pun kesana dan menyadari kalo disana ada pedagang kaget. Bukan karena si abang-abang yang jualan mengagetin para maba yang akan masuk kampus. Tapi para maba yang benar-benar di kagetin dengan kehadiran penjual yang menjual barang-barang ospek seperti topi caping, tas karung goni, berserta perlengkapan lainnya yang diberitahukan kakak-kakak mentor.

Selain mengagetin dengan kehadirannya, kami para maba juga di kagetin dengan harga-harga yang diberikan oleh para penjual. Penjual pertama saya datengin, harga  topi capingnya 20 ribu, terus saya keliling-keliling lagi dan ternyata harga jual di tempat lain malah lebih tinggi dibanding penjual pertama tadi. Akhirnya saya balik lagi ke penjual pertama, dan ternyata topi caping yang 15 menit sebelumnya 20 ribu berubah menjadi 35 ribu !!!


Akhirnya saya membeli topi caping 40 ribu (karena harganya naik lagi), tali merah putih yang panjangnya cuma 1 meter dengan 5 ribu, dan harga-harga lainnya yang semakin lama semakin naik. Ada salah satu teman saya cerita dia beli topi caping dengan harga 100 ribu !!!
Mungkin ini masa kejayaan para pedangang kaget. Kemudian para pedagang nyanyi “We are the champion, we are the champiooon”


Jam pun menunjukkan pukul setengah 5 sore. Setelah membeli barang-barang itu saya langsung menuju tempat bus karena takut ketinggalan. Yang awalnya kami cepet-cepet takut ketinggalan bus eh bus nya malah dateng jam 6 dan saya sampai asrama jam 8 malam.

Ketika sampai diasrama saya tidak bisa langsung istirahat, saya masih tetap mengerjakan tugas-tugas ospek yang di perintahkan. Saya potong rambut menjadi 1 cm
Poto sengaja saya perkecil biar gak keliat.
BOBOCE : Botak Botak Kece !


setelah itu saya cuci poto, beli makanan, dan lain-lain.

Hingga pukul 11 malam semua tugas masih belum terselesaikan. Saya menyadari saya sudah benar-benar lelah ketika itu, jadi saya memutuskan untuk tidur karena besok jam 5 pagi sudah ada di kampus, jadi jam setengah 4 saya sudah berangkat dari asrama. Oke saya siap menghadapi apa yang akan saya dapatkan keesokannya.

Jam 3 pagi saya bangun dan mandi... GILAA air nya dingin banget !!!!!! Air nya kayak air yang ada di dalem kulkas. Setelah mandi saya langsung bergegas ke bus. Jam 5 kurang saya sudah berada di kampus.

Kedatangan maba disambut oleh Tatib. Tatib itu senior yang berada di bagian tata tertib yang kerjaannya marah-marah.


‘OIIIII CEPAAAT JALANNYAAAA !!!’
‘OIIII PUNTEN NYA MANAAA !!!’
‘OIIIII NUNDUK KE BAWAH !!!’
Woi wai woi wai woiii lah yang dikatakan mereka.






Setiap senior yang kami lewati kami selalu mengatakan “Punten” kepada mereka agar mereka tidak mengamuk.

Sempat saya lawan tatibnya, terus dia bales lawan. Gua bales lawan lagi. Gua dibawa ke ruang eksekusi bersama beberapa tatib !

Hingga beberapa lama kemudian para tatib menghilang, sekarang kami bersama kakak-kakak mentor yang bisa dikatakan lebih baik daripada tatib.
Kali ini kami menghadapi senior dengan santai. Kami bermain games, berjoget cesar, dan mengikuti pembukaan ospek oleh rektor universitas beserta sahabat-sahabatnya.

Setelah pembukaan dan para rektor dan sahabatnya kembali pulang kami diam sejenak.  Dan malapetaka kembali datang, para tatib datang kembali dengan muka seram mereka.
“OI SIAPA YANG PERLENGKAPAN OSPEKNYA GAK LENGKAP?!!!”
“OIII OIII OIIIIIII.......”
Saya yang sok lengkap cuma diem melihat orang lain yang udah duluan ke depan buat menerima hukuman. Tiba-tiba tatib datang ke arah saya, ‘Eh lu lengkap????!!!’
Karena saya masih merasa sok lengkap belum lengkap beneran, akhirnya saya maju kedepan juga sebelum dia marah lagi, dan saya lihat ke barisan ternyata semuanya dihukum tanpa terkecuali.

Kami berdiri kedepan, disuruh mengangkatkan kedua tangan ke atas dan kaki bersikap kuda-kuda.
Ada beberapa maba yang menyerah dengan menuju ke arah medis, ada juga yang kena marah lagi, ada juga yang pingsan.

Setelah itu kami disuruh push up massal. Pokoknya hukuman kami rasakan bersama.


Ada yang membuat saya kesal ketika itu, yaitu barang-barang ospek kami yang sudah kami buat dengan susah payah tiba-tiba dirusak oleh para tatib. Seperti name tag yang membuatnya sampai tengah malam di ambil oleh tatib, otomatis ospek berikutnya nanti bakal buat lagi. Saya melihati apa yang mereka lakukan.Tiba-tiba salah satu cowok dari bagian tatib menghampiri saya.

“NGAPAIN LO LIAT-LIAT” Kata tatib itu dengan mata melotot dan nada suara yang tinggi.
Saya diem.
Kali ini dia berbisik dengan saya “eh, ngapain lo liat-liat gua??!!!!”
“Gak papa bang” jawab saya datar.
“Lu gak suka dengan gua”
“Gak bang” saya jawab asal.
“Ohhh, lu gak suka dengan gua?!!!” kali ini dia berbisik tapi nadanya lebih tinggi dari sebelumnya.
“Suka bang suka” kata saya dengan kepala mengangguk.
“HOMO LUUU !!!!!” terus dia pergi meninggalkan saya.

Jleb banget ketika itu, apa yang saya jawab salah. Bilang gak salah, bilang suka malah dikira HOMO !

Kesimpulannya:
Pasal 1 : Senior tidak pernah salah
Pasal 2 : Jika senior salah, kembali ke pasal 1


Gak lama kemudian kami kembali ke barisan seperti biasa dan para tatib menghilang.

Kami kembali dengan kakak-kakak mentor dan ospek dengan santai, lalu kami makan siang. Waktu lagi makan siang, tiba-tiba tatib dateng lagi dengan kemarahannya yang gak jelas itu.
“OI CEPET MAKANNYA, GAK BOLEH ADA YANG SISA MAKANANNYA”
Terus dia menghampiri teman saya, “eh siapa nyuruh makan duluan?”
“Gak baang” jawab temen saya.

Ada bagian kelompok yang makan, ada juga kelompok yang mengerjakan shalat.

Saya pasrah kena marah kalo ni teteh yang marahin

Beberapa lama kemudian tatib menghilang, mereka pergi menggunakan naga terbang. Lalu kami mengikuti aturan dari kakak-kakak mentor tanpa ada tatib sampai selesai.
Jam 5 sore ospek hari pertama selesai. Dan kami pulang ke asrama dengan kelelahan.

Keesokan harinya, saya mengikuti ospek lagi. Kali ini bukan ospek pusat atau gabungan, tapi buat hari ke 2 dan ke 3 adalah ospek jurusan. Karena saya masuk jurusan desain komunikasi visual, jadi yang ospek yang saya ikuti kebanyakan menggambar.
Seperti hari kedua, kami disuruh menggambar tokoh favorite di karton 3mm menggunakan charcoal (pensil arang), dan yang saya gambar adalah Deddy Corbuzier. Alasan saya memilih Deddy buat di gambar adalah karena rambutnya botak dan mudah di gambar. Simple..
Selain itu, kami juga disuruh menggambar sekreatif mungkin di sebuah baju putih polos. Pokoknya ospek jurusan kali ini kami tenang-tenang saja.

Di ospek jurusan ini juga kami ditunjukkan prospek kedepan dari jurusan desain komunikasi visual. Apa yang akan kami lakukan kedepan? Dan mau jadi apa kami setelah lulus?

Waktu  akan selesai ospek jurusan, kami diberitahu bahwa hari Kamis atau hari keempat ospek pusat yang akan ada tatib ‘lagi’ ditiadakan. Sebagai gantinya kami mengikuti sidang senat atau acara peresmian Telk*m Un*versity. Acara peresmian tersebut dimulai pukul 7 sampai jam 12 siang. Setelah acara itu kami disuruh kumpul lagi di halaman kampus. Disana ada acara lagi dari kakak senior yang sedang menghadapi skripsi/tugas akhir. Mereka menceritakan tentang pengalaman mereka selama kuliah.
Beberapa kutipan yang berhasil saya catat waktu mereka bercerita adalah...

“Ketika belajar, fokuslah belajar. Jangan memikirkan yang ada di luar sana”
“Jangan cepat puas dengan apa yang kalian dapatkan”
“Jangan berhenti kalau kita tidak mendapatkan dukungan”
“Tiap tindakan pasti memiliki alasan”
“Setiap orang berbeda-beda untuk menunjukkan potensi”
“Ide yang baik adalah ide yang diwujudkan”

Itulah kutipan-kutipan yang berhasil saya catet.

Waktu semakin sore, tiba-tiba acara selanjutnya ialah kehadiran dari rektor dan dosen-dosen.
Mereka menyampaikan beberapa kata diantaranya selamat datang kepada kami para mahasiswa baru, bawalah nama baik kampus ini, dll.
Dan satu kalimat akhir dari rektor yang membuat kami bahagia ialah dia mengatakan bahwa OSPEK RESMI SELESAI !

Kemudian para mahasiswa baru bersorak-sorai mendengar bahwa ospek selesai. Ada yang teriak histeris, ada yang lompat dari lantai 4, ada juga yang menangis karena ditolak gebetan waktu ospek.

Setelah penutupan itu , kami berpoto-poto terutama anak-anak DKV ..







Kemudian kami pulang ke asrama.
Tapi ada sesuatu hal yang menjadi tanda tanya dari kami, yaitu kenapa ospek yang rencananya ada 5 hari tiba-tiba ditutup pada hari ke 4????? Kenapa ketika penutupan tidak ada para mentor dan tatib yang hadir? Yang ada hanya para dosen dan rektor. Dan satu pertanyaan lagi, kali ini kenapa tidak ada kembang api waktu penutupannya seperti ospek tahun lalu disini yang bisa dilihat di youtube?
Ternyata ada ‘sesuatu dan lain hal’ yang membuat ospek tiba-tiba ditutup oleh rektor. Mungkin hanya kami yang tau, dan karena masalah privacy, saya tidak menceritakannya disini.


Ciyeeee yang penasaraaaan....

Skip.............

Berbagi tips buat para mahasiswa baru yang akan menghadapi ospek :
1. Gak perlu lengkap-lengkap atau pengen sempurna waktu ospek, toh nanti nya bakal dapet hukuman bareng yang lain.
2. Cari teman sebanyak-banyaknya. Gebetan juga boleh, asal statusnya jomblooo ......
Kalau rencana saya dalam mencari gebetan belum ada. Saya sudah ada yang memiliki. Dan saya memiliki prinsip ‘jangan pernah meninggalkan orang yang kita sayang demi orang yang kita suka. Karena belum tentu orang yang kita suka menyayangi kita sebagaimana kita menyayangi dia’
3. Ingat pasal 1 dan 2 yang sempat saya sampaikan di atas. Jangan coba-coba melawan deh kalo kena marah. Waktu kena marah senior pura-pura gak denger aja, atau waktu dia marah kalian langsung pingsan. Jadi waktu dia marah dan kamu pingsan, dia cemas sendiri hahahha..

Meski ospek itu begitu melelahkan, membuat kesal sendiri, tapi banyak hikmah yang ada di balik ini semua. Diantaranya, :
1. Kami disuruh melakukan pekerjaan dalam kurun waktu 1 hari, kemudian apa yang kami kerjakan malah dirusak lagi oleh senior, dan buat yang baru lagi. Itu bisa diibaratkan ketika nantinya kita mendapatkan tugas dari dosen, dan apa yang kita kerjakan tidak diterima lalu buat baru lagi. Setidaknya ketika ospek ini kita sudah belajar bagaimana kehidupan ketika masuk kuliah yang berbeda dengan masa sekolah.
2. Budaya selalu mengatakan ‘punten’ kepada orang yang lebih tua. Mungkin yang selama ini saya selalu acuh ketika lewat depan senior atau orang yang lebih tua, disini saya bisa belajar untuk menghargai orang yang lebih tua, termasuk senior. So, tetap hargai senior !
3. Arti sebuah kebersamaan. Kami mendapatkan cobaan yang sama, hukuman yang sama dari senior. Setidaknya kami bisa selalu kompak untuk kedepannya. Dan bisa kenal satu sama lain meski berbeda jurusan. Karena belum tentu kita bisa kenal dengan orang lain yang berbeda jurusan tanpa ada ospek.
4. Satu lagi yang paling penting. Sesuai dengan tema ‘GLORY 2013’ serta tujuannya, kami bisa menumbuhkan jiwa pemimpin, keteladanan dan kedisiplinan serta menimbulkan rasa kepedulian, solidaritan yang tinggi, tenggang rasa terhadap sesama jiwa dan semangat muda glory!

Makna dari semua ini adalah kita harus membentuk satu kekeluargaan tanpa harus membedakan satu sama lain !

GLORY 2013 !!!

foto sebagian saya dapatkan dari salah satu situs IM Telkom http://magazinconline.com



32 komentar

Kalo ospek emang gitu, banyak di sekitar kampus yang jual perlengkapan ospek. Tapi aku nggak pernah beli di sana sih, soalnya panitia ospeknya pada bilang kalo bisa jangan beli yang di sekitar kampus. (Dan aku nurut aja gitu. Zzz...) Ternyata harganya sadis ya? -_-

Reply

pengen sih gak beli di sekitar kampus, tapi waktunya gak sempet mbak buat nyari tempat lain, kan jarak asrama sama kampus saya waktu itu lagi jauh (banget). mau gak mau ya harus beli -_-

Reply

ternyata dibalik sekejam-kejamnya ospek, masih ada pesan moralnya juga ya! btw itu fotonya asik, keren banget!

Reply

muke gile masih ada juga ospek pakai marah-marahan, fotonya bagus-bagus aku suka :D

Reply

ecieee anak telkom diospek. haha
gimana disana ky ? betah gak ? haha

Reply

Hehe gue kira digituin cuma teknik mesin aja. Haha soalnya gue dulu pek bosen ama kata2 jancok dan push up. Hehe ternyata di upi gt juga. Bedanya gue dulu di gituin pek 6 bulan aja hahaha

Reply

cerita ospek yang menyenangkan... ternyata kamu di katain homo sama senior... nasib junior memang selalu kalah, but nikmatin aja hahahaha

Reply

kampret, masa tiap ketemu wajib bilang punten dulu. Yah gitulah ospek. Ajang balas dendam para senior. Coba udah belajar biasa, senior yg galak tiba2 kalem haha. Keren ceritanya ris. Detail, ada tipsnya pula

Reply

iya bro, semua pasti ada hikmahnya wkwk

Reply

iya kayaknya setiap ospek akan selalu ada marah-marahannya hehhe :D

Reply

hhahaha, aman aja wil disini, betah selalu ngeliatin cewe nya wkwkkwk

Reply

telkom bro, upi cuma asrama sementaranya aja hehe

Reply

iya mbak, sebagai junior diemin aja wkwk

Reply

katanya sih biar selalu nghormatin yang lebih tua bang. iya senior yang kemarin marah-marah skrg kalem kok wkkwk..
gak papa dah berbagi tips buat yang mau ospek taun berikutnya haha

Reply

pasti selalu ada hikmah dibanding semuanya~
btw keras juga ya ospeknya, tapii ga beneran homo kan? hahahahaha

Reply

kemaren belom lama gue baca tentang kepergian lo ke bandung ...dan lo harus berpisah sm temen2 lo, sekarang lo udah jadi mahasiswa !!! CEYAMAT EEEAAA CEYAMAAAAT ...
:)

EH itu ospeknya ngapa kejem bener yak ?? udeh kaya jaman penjajahan -_-

Reply

akhhh... gue kangen masa2 ospek, calon mahasiwa anyar :D
lo orang bandung bang??

gue dulu pengen banget kuliah di bandung, tapi babeh ngak ngijinin. jadi tolong wakilin gue kuliah yg rajin yah *ceramah haha

perpeloncoan tuh di bentak2 gitu

Reply

itu foto yg juniornya push-up berasa seniornya belagu banget...kliatannya lumayan ngeselin... --"

kalimat ‘jangan pernah meninggalkan orang yang kita sayang demi orang yang kita suka. Karena belum tentu orang yang kita suka menyayangi kita sebagaimana kita menyayangi dia’ ini gue tambahin...don't leave the one you love for the one you like, because the one you like will leave you for the one they love...jadi org yg kita sukai bkalan ninggalin kita demi orang yg dia cintai... *okesipp

Reply

OSPEK emang asekk aseekk Jos! banget, lo masih beruntung datang ke kampus jam 5, gue dulu disuruh dtang jam 3 PAGI!!! Kampreett!! Belom lagi sampe kampus ditampar bolak-balik. hahaha.. angkatan gue emang keras sih sampe pake fisik.

Beberapa tahun kemudian gue yg jadi senior, gue juga ampir di D.O gara2 OSPEK hahaha.. untung gak jadi. OSPEK emang kerennn, gak bakal dilupain deh, apalagi kalo udah semester akhir dan mau ninggalin kampus, bisa nangis kalo inget OSPEK :')

Reply

gimana...setuju aja sih sebenarnya sama ospek...dibilang seru...ya seru....
tergantung sudut pandang ......
tapi dengan cara yang sok BENAR meskipun cuma ospek atau candaan....
seba\uah hal yang tidak mencerdaskan menurutku..menurutku sih

Reply

Hahaha.. kalo yang marahin kakak tingkat yang cantik.. malah jadi betah yah gan dimarahin :3

Reply

ospek emang selalu ada tatibnya biarr serrruuu, justru nyawanya ospek tuh kayaknya mereka deh..udah nikmatin ajah bakalan jadi halyang tak terlupakan nantinya. gue jadi kangen banget sama masa masa kuliah juga masa masa SMA. cuman waktu gue kuliah seinget gue kagak ada tuh yang marah marahin gitu, eh apa ada ya kok gue lupa -.-
ya gitu deh, liat foto fotonya pasti bakalan memorable bangeeeeettt!!! you are sooo lucky!! ngerasain beginian, biar hidup kagak flat!! hehehe...

tuh muka tatibnya sok persnil band ROCK gitu yak?? hahaha.. *plis, jangandibilangin
super banget tuh jam 3 udah mandi jam 1 udah bangun karena nggak bisa tidur jangan jangan?? hahaha

Reply

Seru nih ospek nya anak bandung :p wajar deh kalo menang haha, congrats rap!

Reply

iyah semua ada hikmahnya.
gak homo la wkwkk

Reply

iyeee mabaa git mabaaaa wkwkwkwkk ....

bukan, ini semacam romusha :D gak deh, kalo diliat dari gambar emang kejem, tapi kalo langsung gak kok :)

Reply

bukan fik, orang palembang yang merantau ke bandung.
siap deh hahha

Reply

itu cuma keliatannya aja kok hehe..
widiih keren tuh quote nya :)

Reply

anjiirr jam 3 ?!!!! waaaw :o

untung gak jadi di D.O wkwk
iya ric itu bakal jadi kenangan di masa yang akan datang.

Reply

bener sudut pandang orang beda-beda..

Reply

gak ada tatib gak rameee *iklan rokok*

mungkin mereka mantan personil band rock wkwkwk..

Reply

hahaha oke brooo, mokaseeh :D

Reply

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan bijak. Terimakasih telah membaca :)