Latest Posts

Touch to Rose

Aku dan beberapa teman sedang berkumpul di depan kelas. Kebetulan saat itu guru yang akan mengajar terlambat datang. Selagi berbincang, mataku tertuju pada satu wanita kelas 11 Billingual yang sedang olahraga di lapangan sekolah. Wanita ini terlihat lebih diam, tak seagresif anak-anak yang lain. Matanya berbinar saat ia sedang tersenyum. Terlihat lucu saat sesekali dia tertawa kecil melihat...

Kita Tak Pernah Menjadi Kita

Baru sempat ku sampai di dermagamu. Tiba tiba kau memaksaku untuk pergi membawa koper yg sempat ku titipkan di dalamnya. Berisi mimpi mimpi kita di masa depan yang pernah kita bincangkan, yang ku simpan dengan baik untuk nanti ku wujudkan. Namun kandas di sepertiga perjuanganku. Sekoci yang tersedia di pelupuk mata membawaku menjauh dari pelabuhan. Terseok-seok aku dalam...

Akhir Cerita

Jakarta, 26 September 2019. 02:23 Lampu kamar sudah ku padamkan sedari tadi. Mata tak jadi terpejam setelah melihat pesanmu datang. Hati bergejolak saat obrolan malam kita bercerita tentang isi dunia. Bincangan di tengah malam memang waktu yang tepat untuk membuka pikiran. Pukul 1.42 kita menyelesaikan perbincangan kita. Kali ini, biarkan aku bangun dari tempat tidur. Bersenderan ke dinding....

Datang

“Hari ini kamu rencana kemana?” Tanyaku. “Mau pergi nonton event. Mau ikut?” Jawab Elsa. “Kamu sama siapa?” “Aku sendiri. Kalo kamu ikut berarti sama kamu. Hahha” “Hayuk, hahha.” Selesai shalat maghrib, aku langsung beberes. Baju yang ingin ku pakai pun beberapa kali berganti. Hingga akhirnya aku memilih untuk menggunakan kaos polo hitam dengan di tambah jaket Canvas Suede...

Sick Feeling

Jam sudah menunjukkan pukul 01.12 pagi. Gue dan Jeki, salah satu teman mendakiku malam ini, sedang duduk di depan tenda. Sedari tadi menikmati kopi susu sambil bercengkrama tentang pekerjaan, persahabatan, hingga percintaan. Kita selalu sama-sama mencari moment seperti ini untuk bercerita. Kabur dari kota, mencari ketenangan dan jawaban dari pertanyaan yang belum ditemukan. “Bentar, setelah semua ini, lu masih mau...

Kang Begal

Jalan Supratman, Kota Bandung malam itu benar-benar indah. Angin berhembus begitu dalam menusuk tulang. Tak banyak lagi kendaraan yang berlalu lalang melintasi sudut kota. Bahkan, kunang kunang seperti bersembunyi di balik dedaunan pohon sekitar. Aku begitu menikmati detik demi detik setiap gedung yang di lewati.  “Menurut kamu, kalo bawa motornya lebih cepat, kita bakal cepat pulang juga gak?”...

Kau Adalah Ombak

Kau ku ibaratkan sebagai ombak lautan Mari ku ceritakan agar kau mengerti Kau sangat indah untuk dinikmati Sangat indah untuk dirasakan Kau datang Lalu pergi Kembali datang Pergi lagi Begitu terus seperti ombak Tak peduli apa yang akan terjadi nanti Terpenting, aku begitu menikmati ini. Namun, ketika aku masuk terlalu dalam pada keindahan dan kenyamanan ini Aku terbawa...

Page 1 of 7123457Next
Diberdayakan oleh Blogger.