Kang Begal

Jalan Supratman, Kota Bandung malam itu benar-benar indah. Angin berhembus begitu dalam menusuk tulang. Tak banyak lagi kendaraan yang berlalu lalang melintasi sudut kota. Bahkan, kunang kunang seperti bersembunyi di balik dedaunan pohon sekitar. Aku begitu menikmati detik demi detik setiap gedung yang di lewati. 

“Menurut kamu, kalo bawa motornya lebih cepat, kita bakal cepat pulang juga gak?” Ledek seorang wanita dibelakangku karena merasakan motor yang aku bawa terlalu pelan.

Pada tulisan ini aku belum ingin menceritakan siapa dia di hidupku, tapi kalian akan tau sendiri betapa berharga dia untukku. 

Setiap jalan bareng dia, aku selalu dengan sengaja mengarahkan spion motor kiri ku ke arah wajahnya. Tujuannya agar aku bisa menikmati indah setiap perjalanan melalui senyumnya. Tapi jangan dipikir aku tidak menjaga keselamatan dalam berkendara, tidak. Hal tersebut tetap menjadi nomor satu. Karena penumpang yang sedang ku bawa adalah orang yang sudah ku anggap sebagai ratu. Dan aku harus menjaga dia, selalu.

“Hahahhaha” Aku hanya jawab dengan tertawa karena mengerti maksudnya. Mungkin dia yang tidak mengerti, kalo sengaja aku pelankan laju motorku agar malam tidak cepat berlalu.

Wajahnya masih terlihat sedikit panik, “Iiih, seriusan. Takutnya ntar ada begal. Soalnya udah malem banget ini.“

“Gak usah takut. Tukang begalnya itu aku. Jadi malam ini kamu bisa aman.” Kataku berusaha menenangkan pikirannya. Padahal sendirinya aku juga khawatir bila pikiran itu benar terjadi. Melalui spion, aku melihat dia sedikit tenang dan tertawa mendengar jawabanku. Matanya mulai kembali menjelajah isi kota.

Pokoknya, sekali lagi ku tegaskan, malam itu benar benar indah. Kamu adalah salah satu orang yang memperindah malam, terlebih ketika aku bersamamu. Tak boleh ada satupun orang yang mampu merusak malam itu. Termasuk Kang Begal yang kamu bilang. Kamu harus tau itu, ya.

Dan kamu juga harus tau, aku akan selalu rindu suasana itu. Bila suatu saat aku tanpa kamu, biarkan tulisan tulisanku menjadi pengingat bahwa aku pernah mencintaimu dengan sangat.

Bandung, 24 Mei 2017
Ditulis dengan sisa sisa rasa yang masih ada


18 komentar

Kenapa judulnya ga diganti aja.
Kisah cinta seorang begal dengan sang Ratu.

btw, nih naskah ceritanya mending lu kirim ke SCTV dah,
pasti lanysung dibikin FTV mayan kan

Reply

Whow, akan bisa dilihat kapan aja kalau ditulis diblog ya, Mas. Jangan merhatikan wajahnya terus mas, noh depan lampu merah..haha

Kalau siang mandanginnya lebih jelas mas, ajak jalan-jalannya siang aja :)

Reply

udah semangat semangat mau baca cerita yang tragis tragis gituh . eh malah cerita percintaan. sedih jomblo bacanya :(

Reply

Itu spion motor jangan dihadapkan buat ngeliat dia terus, liatin juga kendaraan di belakang. Siapakah nama Ratu tersebut ? kita lihat di artikel selanjutnya deh.

Reply

Kirain bakal ada aksi heroik melawan kang begal demi menyelamatkan sang Ratu, ternyata Kang Begalnya sendiri yang boncengin si Ratu...

Reply

Hahhaha. ntar kapan kapan judulnya gitu bro.
Iya yaa, kali aja bisa dibikin FTV. enak..

Reply

Siaaap bang, slalu diperhatiin jalanan kok. Jadi semuanya aman. Ntar kapan kapan diajakin jalan siang. hahaha

Reply

Ini sebenernya ceritanya tragis juga kok, lebih tragis dari kang begal :(

Reply

Dia adalah manusia yang punya lobang hidung 2. Lihat aja artikel selanjutnya. Itupun kalo ada sih hahha

Reply

Kang Begal ini beda soalnya hahaa

Reply

Judulnya kang begal gue kira cerita-cerita tentang begal gitu. Gak taunya bukan. Malah jadi tulisan romantis gitu. Bau-baunya sih ada yang lagi rindu sama mantan. Inget-inget masa lalu. :D

Memang, masa lalu itu indah. Tapi, kadang kita harus bisa move on dari masa lalu buat masa depan yang lebih baik. :)

Reply

'Cinta' Kang Bekal :D

tambahin lagi alurnya biar lebih liar lagi kalau terus di eksplore lagi ceritanya gan. :)

Reply

perasaan yang dianalogikan dg hal kriminal.. panteslah ceweknya ketakutan :D

Reply

Waduh masse ku kira ada begal sadis beneran. Motornya ada yang kecolong, trus salah satu ada yang luka-luka kena bacok. Haduh.. liar sekali pikiran ku ya rabb....

Jadi menye-menye... ya ceritanya.

Reply

Asoy kang.. enak ya bisa menikmati pemandangan bukan cuma pemandangan jalan tapi juga pemandang indah "Wajahnya". Gue jadi mikir, kalau bener-bener ada begal waktu itu gimana yak.. haduh

Reply

Setelah baca postingan ini, aku jadi tahu ternyata Kang Begal bisa gombal ala-ala juga yak . Hahaaa apakah karena Kang Begal yang ini suka Pidi Baiq? haahaaa

Ditulis dengan sisa-sisa rasa yang masih ada. Eaaaa

Reply

Berarti rasanya masih ada karena masih bersisa, haha.. Kasih konflik dong, biar lebih greget. Btw, baca ini jadi kangen Bandung.

Reply

Siap, buat pake part gitu nah. Jadi seakan-akan bersambung, hahaha.

Reply

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan bijak. Terimakasih telah membaca :)